Beranda > Obat tradisional > Hidroponik Bertanam di Media Paralon

Hidroponik Bertanam di Media Paralon

Maret 10, 2011

Tidak semua petani memiliki lahan sebagai tempat mata pencaharian dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Umumnya, lahan yang dimiliki petani pun relatif sempit. Bahkan, sebagian mereka adalah petani penggarap.

Ternyata, budidaya pertanian tidak harus dilakukan dalam lahan yang luas. Ada sebuah pengalaman unik yang belum pernah ditemukan di kebanyakan petani di Indonesia. Pramban Budiharto, pelaku pertanian dengan menggunakan paralon sebagai media bertani tanaman hortikultura. Alternatif ini dapat dijadikan solusi model pertanian masa depan.

Kondisi di atas tidak berpengaruh bagi Pramban Budiharto, seorang petani yang menggunakan paralon sebagai media tanam. Pria yang sehari-hari bekerja di salah satu dinas ini mengembangkan terobosan baru dalam dunia pertanian. Ini hanya hobi saja,” ujarnya merendah.

Di halaman belakang rumahnya yang tidak bisa dibilang luas dipenuhi dengan puluhan paralon yang bergantungan. Paralon yang biasanya digunakan sebagai saluran air itu dipasang secara vertikal. Berukuran tiga dim (tiga inchi). Panjangnya bervariatif, ada yang satu dan dua meter. Berjajar rapi dengan jarak kurang lebih satu meter antar paralon. Paralon-paralon tersebut dilubangi selebar lima senti meter dengan jarak yang teratur. Tampak berbagai macam daun yang saling berjuntai keluar dari lubang-lubang tersebut. Anehnya, daun yang keluar bermacam-macam.

%d blogger menyukai ini: